Hidup
dengan berbagai rintangan dan cobaan terkadang menjadi sesuatu yang menakutkan
bagi orang selalu berpikir “picik” terhadap dirinya sendiri. Sebenarnya jika
dipahami secara mendalam, setiap manusia yang mewarisi dunia ini adalah
orang-orang yang memilki kapasitas sebagai manusia yang mampu dan bepotensi
tinggi. Memaksimalkan capabily yang kita kantongi terkadang belum bisa
dioptimalkan secara maksimal.
Imbasnya
adalah kita selalu dirundung duka kepasrahan tanpa mau untuk memulai untuk
berpikir jernih terlebih dahulu. Realitas yang ada sekarang, kebanyakan orang
telah hilang arah dalam menentukan posisinya di antara petualang-petulang dunia
yang ingin selalu mengaktualisasikan dirinya untuk mendapat gelar “penjinak
alam”. Liarnya dunia hanya bisa ditundukkan dengan kemauan yang keras untuk
dapat mencapai apa yang dicita-citakan.
Bekal
hidup yang sesungguhnya adalah kemauan yang keras dalam memvisualisasikan
agenda kehidupan kita. Selain itu, berpikirlah untuk jadi pemenang, maka kita
akan jadi pemenang yang sesungguhnya. Tapi perlu diingat hal ini bisa
terealisasikan dengan banyak melakukan “renovasi diri” yang menjadi pondasi
dasar dalam menggapai langit kehidupan.
Berpikir
sempit dan dangkal akan mengarahkan kita pada tidak optimalnya kinerja yang
diusahakan hingga berujung pada kejumudan pemikiran dan tindakan. Jika kita berani dan lebih bjak lagi untuk
merubah statement rendahan kita, maka ide-ide yang kita milki akan menjadi
brilian dan cemerlang. Dan pada tataran selanjutnya akan menghasilkan produk
positif baik dalam bentuk tingkah laku maupun ucapan.
Memang sekilas pandang, untuk menjalani hidup
ini memang sangat sulit, jalan penuh terjal dan liku, tapi tidahkah kita sadar
bahwa manusia adalah makluk yang bisa berpikir.?
Wallahua’lam bisawab.
No comments:
Post a Comment