Jangan Tanya
aku wahai malam
Aku risau
kini
Jelajahi saja
ragaku yang rapuh
Walaupun kau
takkan pernah tau aku malu
Kau begitu
pekat kini
Tak beraga
tapi bernyawa
Kaulah ilusi
atau topeng semata
Tuhan tau
jika aku tau
Jadi,
kamu siapa
Janggal sungguh
rupamu menawan
Teriakkan
saja pada nafas wangimu
Serbuan ilalang
di tengah malam yang melintang
Menjadi jargon
bagi para pejuang
Layak hidup
atau sekedar menikmati hidup
Jangan memaki
lagu luguku
Biarkan tawaku
palsu, tapi jiwa ini ingin beristirahat sejenak dipundak lusuhmu
Laknat sungguh
nafsumu
Menjamah lara
yang bernyanyi merdu
Kini larilah,
sang mega masih tegar memelukmu.
No comments:
Post a Comment