Sunday, January 5, 2014

Malam yang Buas



Jangan Tanya aku wahai malam
Aku risau kini
Jelajahi saja ragaku yang rapuh
Walaupun kau takkan pernah tau aku malu
Kau begitu pekat kini
Tak beraga tapi bernyawa
Kaulah ilusi atau topeng semata
Tuhan tau jika aku tau
Jadi, kamu siapa
Janggal sungguh rupamu menawan
Teriakkan saja pada nafas wangimu
Serbuan ilalang di tengah malam yang melintang
Menjadi jargon bagi para pejuang
Layak hidup atau sekedar menikmati hidup
Jangan memaki lagu luguku
Biarkan tawaku palsu, tapi jiwa ini ingin beristirahat sejenak dipundak lusuhmu
Laknat sungguh nafsumu
Menjamah lara yang bernyanyi merdu
Kini larilah, sang mega masih tegar memelukmu.

No comments: