BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pembelajaran merupakan proses transfer of knowledge, pembentukan
sikap dan tingkah laku peserta didik melalui pesan-pesan yang terkandung dalam
materi ajar. Fenomena yang sering terjadi adalah ketika pesan-pesan
pembelajaran yang disampaikan pendidik, selalu atau lebih mengarah pada
pembelajaran konvensional yang kaku dan monoton. Fenomena ini menuntut pendidik
agar lebih profesional dalam mengajar karena kunci kesuksesan dalam proses
pembelajaran sangat ditentukan oleh pendidik yang profesional.
Menurut
Fachrudin dan Ali Idrus menjelaskan bahwa, profesionalisme guru kiranya
merupakan kunci pokok kelancaran dan kesuksesan proses pembelajaran di sekolah.
Karena hanya guru yang profesional yang bisa menciptakan situasi aktif siswa
dalam kegiatan pembelajaran.
Dengan
adanya tuntutan agar pendidik profesional dalam mengajar, maka seorang pendidik
selain menggunakan metode yang relevan dengan materi ajar, maka harus juga
mampu dan piawai dalam menggunakan media pembelajaran, agar pesan-pesan yang
disampaikan menjadi lebih jelas dan tidak bias ketika dicerna, dipahami dan
dihayati oleh pendidik sehingga mampu dikonstruksi dan internalisasi oleh
peserta didik.
Arsyad
menjelaskan, semakin banyak alat indra yang digunkan untuk menerima dan
mengolah informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan.
Dengan demikian, siswa diharapkan akan dapat menerima dan menyerap dengan mudah
dan baik pesan-pesan dalam materi yang disajikan.
Kepiawaian
seorang guru dalam mengajar yang ditunjang dengan metode relevan terkait materi
ajar dan disertai dengan media pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa
tentang isi dan makna, sehingga materi ajar yang disampaikan oleh guru dapat
diserap oleh peserta didik dengan sempurna. Sudjana dan Rivai menyatakan bahwa,
penelitian yang dilakukan terhadap pengunaan media pengajaran dalam proses
belajar-mengajar sampai kepada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar para
siswa menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran tanpa media dengan
pengajaran menggunakan media. Oleh sebab itu penggunaan media pengajaran dalam
proses pengajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran.
Perkembangan
media pembelajaran hingga sampai abad ke-20, membawa pengaruh yang sangat
signifikan dan berimplikasi dalam dunia pendidikan. Teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) yang dikembangkan membawa pengaruh-pengaruh dalam setiap
elemen pembelajaran, sehingga membentuk suatu paradigma baru terkait dengan
pendidikan dan pembelajaran.
Teknologi
informasi dan komunikasi atau multimedia menjadi pilihan yang tepat untuk
digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan pesan pendidikan, karena dalam
penggunaan media yang berbasis ICT/ Multimedia ini mampu memperjelas setiap
makna pesan yang disampaiakan dan mampu mencakup setiap modalitas belajar
peserta didik.
Istilah
TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat
keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad
ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampui bidang
teknologi lainnya. Hal ini mencakup teknologi komputer, internet, teknologi
penyiaran (radio dan televisi), dan telepon.
Penggabungan
anatara dua teknologi tersebut dimungkinkan agar proses pembelajaran yang
didesain oleh pendidik--mempermudah setiap kegiatan berlangsung di dalam kelas.
Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi seperti ini juga akan
menghilangkan kesenjangan-kesenjangan komunikasi yang selama ini sering terjadi
antara pendidik dan peserta didik.
Mengacu
pada penjelasan di atas, maka seyogyanya pendidik mampu mengembangkan media
pembelajaran yang berbasis ICT agar proses pembelajaran yang berlangsung menjadi
lebih menarik, menyenangkan dan mampu menumbuhkan minat dan motivasi belajar
peserta didik. Melihat setiap penjelasan yang dikumandang oleh para ahli
diatas, maka penulis dalam makalah ini akan menjelaskan tentang Pengembangan Media Pembelajaran berbasis
ICT/Multimedia pembelajaran PAI di Sekolah/Madrasah.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia.?
2.
Bagaimana
teknik pengolahan data dan informasi menggunakan media pembelajaran media
berbasis ICT/Multimedia.?
3.
Bagaimana
penggunaan media pembelajaran media berbasis ICT/Multimedia.?
4.
Bagaimana
cara membuat Strory Board dan skenarionya menggunkan media pembelajaran media
berbasis ICT/Multimedia dalam pembelajaran PAI?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui dan memahami pengertian media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
2.
Untuk
mengetahui dan memahami teknik pengolahan data dan informasi menggunakan media
pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
3.
Untuk
mengetahui dan memahami penggunaan media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
4.
Untuk
mengetahui dan memahami cara membuat Strory Board dan skenarionya menggunkan
media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia dalam pembelajaran PAI.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
1.
Pengertian Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau Information and
Communication Technologies (ICT), adalah teknologi yang mencakup seluruh
peralatan teknis untuk memperoses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua
aspek yaitu teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi meliputi
segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah
segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer
dari satu perangkat ke lainnya
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), jika dilihat dari
pengertian diatas maka dapat dipahami bahwa TIK merupakan gabungan dari
teknologi informasi dan komunikasi yang saling bersinergi satu dengan lainnya.
TIK atau bisa juga dikatakan sebagai Multimedia (gabungan informasi dan
komunikasi), yang sesungguhnya merupakan perkembangan paradigma tentang
pendidikan.
Berkaitan dengan statement di atas, Munir menjelaskan teknologi
informasi dan komunikasi memiliki keterkaitan yang erat satu dengan lainnya.
Teknologi informasi lebih pada sistem pengolahan informasi sedangkan teknologi
komunikasi berfungsi untuk pengiriman informasi (information delivery).
Perkembangan media pembelajaran yang mengarah pada media
pembelajaran yang berbasis ICT merupakan penjabaran dari paradigma pendidik
terkait tentang pembelajaran yang lebih berpusat pada pendidik semata. Menurut
hemat penulis, teknologi tradisional yang kembangkan ketika guru menggunkan
model pembelajaran konvensional, cenderung terjadi komunikasi satu arah.
Implikasinya, pembelajaran menjadi kaku, monoton dan banyak kebutuhan-kebutuhan
belajar peserta didik yang tidak terjamah.
Hal
ini menuntut keprofesionalan seorang pendidik dalam mengajar, karena
berpengaruh dalam efektivitas pembelajaran. Profesionalitas pendidik salah
satunya aspeknya adalah memiliki kompetensi pedagogik. Lebih rinci lagi, Yudhi
menjelaskan bahwa, Dalam melaksanakan kompetensi pedagogik, guru dituntut
memilki kemampuan secara metodologis dalam hal perancangan dan pelaksanaan
pembelajaran. Termasuk di dalamnya penguasaan dalam penggunaan media
pembelajaran.
Sekelumit
fenomena merupakan fondasi awal dalam pengembangan media pembelajaran agar
lebih berdaya guna dalam proses pembelajaran. Sehingga memungkinkan
dikembangkan kearah yang lebih “multi-fungsi”, atau lebih dikenal dengan media
pembelajaran yang berbasis ICT.
Dari
paparan di atas, dapat dipahami bahwa media pembelajaran yang berbasis ICT
adalah alat yang digunakan untuk mengolah, mentransfer dan memuat data atau informasi dari perangkat yang satu
dengan perangkat yang lainnya. Sehingga proses dalam mengkomunikasikan setiap
data atau informasi mudah untuk dipahami dan dicerna dalam proses pembelajaran.
2.
Hakikat Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
Pada hakikatnya semua media pembelajaran baik yang berbasis ICT
atau tidak merupakan alat yang digunakan oleh pendidik untuk menyampaiakan
pesan kepada penerima pesan (peserta didik). Setiap media pembelajaran memiliki
dua aspek yaitu aspek pesan yang terkandung dalam media (software) dan
aspek perangkat (hardware) yang menjadi wasilah untuk
menghantarkan pesan kepada penerima pesan.
Sejalan dengan
pembahasan di atas, S. Sadiman berpendapat bahwa media atau bahan adalah
perangkat lunak (software) berisi
pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan
peralatan. Peralatan atau perangkat keras (hardware)
merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung pada media
tersebut.
Bersandar pada
pendapat di atas, maka media pembelajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti
overhead projector, radio, televisi, dan sebagainya. Sedangkan software adalah isi program yang mengandung pesan seperti
informasi yang terdapat pada transparansi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya,
cerita yang terkandung dalam film atau materi yang disuguhkan dalam bentuk
bagan, grafik, diagram, dan lain sebagainya.
Media berbasis ICT
atau Multimedia, menurut sudut pandang ahli media, sebelum berkembangnya dunia
Teknologi Informasi, bahwa multimedia dipandang sebagai suatu pemanfaatan
“banyak” media yang digunakan dalam suatu proses interaksi penyampaian pesan
dari sumber pesan kepada penerima pesan, salah satunya dalam konteks
pembelajaran antara guru dan peserta didik.
Dari pemaparan para ahli diatas dapat
dipahami bahwa, pada hakikatnya setiap media pembelajaran yang berbasis
ICT/Multimedia atau tidak merupakan alat untuk menyampaikan pesan atau
informasi baik berupa kata-kata, gambar, video dan sebagainya.
B.
Teknik Pengolahan Data Dan Informasi Menggunakan Media Pembelajaran
Berbasis ICT/Multimedia
1.
Data dan Informasi
Setiap media pembelajaran membawa pesan yang berbeda-beda,
tergantung dari jenis dan macam medianya. Dalam media memiliki dua aspek selain
software dan hardware-nya yaitu aspek data dan informasi. Aspek
data adalah pesan-pesan yang terkandung dalam media yang belum diproses menjadi
sebuah informasi, dan belum siap untuk dikomunikasikan kepada peserta didik
dalam proses pembelajaran. Sedangkan informasi adalah data-data atau pesan-pesan
yang sudah diolah menjadi sebuah informasi yang siap untuk dikomunikasi kepada
peserta didik dalam proses pembelajaran.
Dalam hal ini, Hadi Sutopo menegaskan, data adalah fakta berupa
teks, angka, audio, dan video merupakan kumpulan dari sesuatu yang belum
diproses. Informasi adalah hasil pemrosesan data yang telah diolah dengan
komputer dan bermanfaat bagi penggunanya.
Dan ketika hal ini diterapkan dalam proses pendidikan, maka mampu membawa
peserta didik dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, membangun suasana
pembelajaran yang kondusif dan mampu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.
2.
Siklus Pemrosesan Informasi
Data dan informasi merupakan hal yang paling substantif dalam suatu
media untuk diproses agar mengandung makna yang sesuai dengan makna yang ingin
disampaikan kaitannya dalam proses pembelajaran. Data yang diperoses menjadi
sebuah informasi. Dan informasi yang diolah kemudian diolah kembali dengan
informasi-informasi lainnya agar mudah dikomunikasikan.
Data yang masuk sebagai input diolah menjadi informasi (output).
Pemakai kemudian menerima informasi tersebut sebagai landasan pembuatan suatu
keputusan dan digunkan sebagai data baru dalam proses lain. Atau dalam makna
lain, informasi yang sudah diolah sebelumnya di olah lagi dengan informasi atau
data-data yang masih mentah sehingga memilki makna yang kompleks. Data baru
tersebut selanjutnya menjadi input pada proses berikutnya, begitu seterusnya
sehingga membentuk siklus informasi (information cycle).
Siklus informasi merupakan rangkaian yang terdiri dari input,
proses, dan output, serta dilengkapi dengan media penyimpanan untuk menyimpan
informasi yang dihasilkan. Selain itu, komunikasi menjadi elemen penting dalam
siklus pemrosesan informasi. Dengan media komunikasi, data dan informsi dapat
dikirimkan ke tempat lain melalui jaringan komputer. Dan untuk lebih jelasnya
siklus pemrosesan suatu data dan informasi bisa di lihat pada gambar di bawah
ini.
Gambar. 2.1
Siklus Informasi
Informasi
informasi
data
C.
Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
1.
Penggunaan
Asumsi dasar dalam penggunaan media pembelajaran adalah agar dalam
proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan menarik. Media pembelajaran
yang berbasis ICT/Multimedia atau tidak pada dasarnya adalah alat yang digunakan
untuk menyalurkan pesan kepada penerima pesan. Multimedia misalnya, ketika
digunakan dalam proses pembelajaran memadukan atau menggabungkan beberapa jenis
media agar pesan yang disampaiakan lebih bermakna kepada peserta didik.
Richard dengan penjelasannya yang rinci mengatakan, multimedia
sebagai prresentasi materi dengan menggunakan kata-kata sekaligus
gambar-gambar. ‘kata’ di sini adalah materinya disajikan dalam verbal form
atau bentuk verbal, misalnya menggunakan teks kata-kata yang tercetak atau
terucapkan. Yang dimaksud dengan ‘gambar’ adalah materinya disajikan dalam fictorial
form atau bentuk gambar. Hal ini bisa dalam bentuk menggunakan grafik
statik (termasuk: ilustrsi, grafik, foto dan peta). Dalam buku teks, kata-kata
bisa disajikan sebagai teks cetak dan gambar bisa disajikan sebagai ilustrasi
atau bentuk-bentuk grafik lainnya.
Penggunaan media berbasis ICT atau Multimedia membawa pengaruh-pengaruh psikologis bagi peserta
didik dalam proses pembelajarannya. Karena semakin banyak indera yang terjamah,
maka semakin banyak pula cara peserta didik dalam menerima, mengolah dan
memaknai setiap pesan yang disampaiakan oleh pendidik ketika menggunakan media
pembelajaran yang berbasis ICT/Multimedia.
Penggunaan media berbasis ICT/Multimedia akan berjalan efektif dan
akan mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada kegiatan peserta didik (student/
learned centred learing), yaitu dengan:
1)
Mengembangkan
kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan nyata
(kontekstual), sehingga pendidikan menjadi relevan dan responsif terhadap
tuntutan kehidupan nyata sehari-hari. Implikasinya kurikulum menjadi lebih
menarik dan dapat merangsang minat atau motivasi peserta didik, karena dapat
langsung dengan mudah menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata
sehari-hari.
2)
Menumbuhkan
pemikiran reflektif
3)
Membantu
perkembangan dan keterlibatan aktif dari peserta didik dalam proses belajar.
Sehingga dapat dikatakan bahwa, penggunaan media pembelajaran
berbasis ICT/multimedia lebih kepada mengkongkritkan pengalaman belajar peserta
didik agar lebih dipahami dan dimaknai dengan lebih optimal. Selain itu, proses
pembelajaran akan bisa mengurangi keabstrakan sebuah materi karena didukung
oleh media pembelajaran yang berbasis ICT/Multimedia.
2.
Manfaat Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
Media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia memiliki manfaat yang
sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Jika ditilik secara seksama media
pembelajaran berbasis ICT memiliki dua manfaat dilihat dari penggunaannya. Pertama,
manfaat dilihat dari sisi pendidik sebagai pengguna dari media. Kedua, manfaat
dari sisi peserta didik sebagai penerima pesan yang disampaiakan oleh pendidik.
Mengintegrasikan TIK/ Multimedia ke dalam pembelajaran antara lain
untuk meningkatkan kompetensi pengajar dalam mengajar dan meningkatkan mutu
belajar peserta didik. TIK yang sifatnya inovatif dapat meningkatkan apa yang
sedang dilakukan sekarang serta apa yang belum kita lakukan tetapi akan dapat
dilakukan ketika kita mulai menggunakan teknologi informasi komunikasi.
Sudjana dan Rivai
secara lebih rinci mengemukakan beberapa manfaat media pengajaran dalam proses
belajar mengajar antara lain:
a)
Pengajaran akan lebih menarik perhatian
siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
b)
Bahan pengajaran akan lebih jelas
maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa
menguasai tujuan pengajaran lebih baik
c)
Metode pengajaran akan lebih bervariasi,
tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru,
sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru
mengajar untuk setiap jam pelajaran
d)
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan
belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain
seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan dan lain-lain.
Dapat dipahami
bahwa, intraksi yang terjadi dalam proses pembelajaran, meteri ajar yang
disampaikan guru tidak sepenuh bisa dicerna dengan baik, karena setiap indra
yang menerima pesan memilki keterbatasan. Untuk itu media pengajaran memilki
peran yang sangat strategis untuk menyalurkan pesan baik melalui indra
pendengar, penglihatan maupun kedua-duanya.
D.
Cara Membuat Strory Board Dan Skenarionya Menggunkan Media
Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia Dalam Pembelajaran PAI.
Sebelum memproduksi sebuah media yang berbasis ICT dengan
menggunkakan Macromedia Flas maka penulis akan menentukan dulu tema yang akan
didesain, dengan mengambil tema dari kurikulum 2013 sebgaimana yang tertera di
bawah ini.
|
KI3
Memahami pengetahuan
faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
|
|
KD.5
Mengenal doa sebelum dan sesudah wudhu
|
|
KD.6
Mempraktikkan wudhu dan doanya dengan tertib dan benar
|
Langkah
berikutnya, setelah tema terpilih dan maping terbuat, penulis mengumpulkan
materi yang diperlukan, baik dari internet atau dari buku dan
literatu-literatur lainnya. Berikutnya mencari Software yang dibutuhkan dalam
pembuatan media ini. Mulai dari sini tahap produksi akan dimulai dengan
berpatokan pada maping yang telah dibuat dan menganalisis materi yang akan
dimasukan dalam media.
Adapun contoh
storyboard adalah sebagaimana dalam kolom di bawah ini:
|
No
|
Keterangan
|
Visual
|
Audio
|
|
1
|
Intro
|
Animasi
Background, Logo UIN Malang, Judul, Nama Dosen Pengampu dan Nama Mahasiswi.
|
|
|
2
|
Menu
Home
|
Animasi
judul, tombol, dan penunjuk tombol.
|
Opening
Music
|
|
3
|
Sub
Menu
|
Animasi
tombol dan penunjuk tombol.
|
|
|
4
|
Halaman
Materi
|
Animasi
penunjuk tombol, signal dan layout.
|
|
|
5
|
KI
& KD
|
Animasi
penunjuk tombol, signal dan layout.
|
|
|
6
|
Halaman
Author
|
Animasi
penunjuk tombol, signal, layout dan blur.
|
|
|
7
|
Quiz
|
|
Music
dan Effect Button.
|
BAB
III
PENUTUP
Dari paparan di atas maka, dapat diketahui
bahwasanya media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia merupakan gabungan dari
media berbasis teknologi informasi dan media berbasis teknologi komunikasi dan
bermuara pada media yang berbasis ICT/Multimedia. Adapun teknologi informasi
terdiri dari dua komponen yaitu Software dan Hardware, yang
saling melengkapi satu dengan lainnya.
Software atau perangkat lunak
merupakan pesan-pesan yang terkandung dalam setiap pembelajaran, sedangkan hardware
adalah perangkat keras yang berguna untuk menyalurkan, memproses, mengolah dan
memproduksi pesan-pesan yang terdapat dalam software.
Dalam media pembelajaran berbasis
ICT/Multimedia memilki data dan informasi yang merupakan komponen yang
terpenting dalam sebuah media. Data adalah pesan-pesan pembelajaran yang belum
diolah menjadi sebuah informasi yang sampaikan dalam proses pembelajaran.
Sedangkan informasi adalah pesan-pesan yang sudah diolah, diorganisir dan siap
untuk disalurkan kepada peserta didik dalam bentuk proses belajar mengajar.
Adapun manfaat dari media
pembelajaran yaitu mampu mempermudah pendidik dalam mengajar di satu sisi, dan
di sisi lain peserta didik mudah dalam menyerap, memahami, memaknai dan
menelaah setiap materi ajar sehingga mampu direkonstruksi dan dinternalisasikan
dalam kehidupan kongkritnya.
DAFTAR PUSTAKA