Tuesday, January 14, 2014

asa yang mati



Tuhan….. aku muak.!
Teriakku....
Ku lempar semua hayalan semu yng selama ini bersarang di hatiku
Aku tertunduk sembari merenung seorang diri
Kalian semua sampah bagiku kini
Sumpah serapah dalam kekesalan yang panjang
Tiada siapa yang ku percaya sekarang
Biarlah sang bintang menjadi teman
yang selalu menjadi penerang kegundahanku yang hina
mereka hanyalah seongkok hati yang mati
lara hati kian rapuh
rapuh dalam kerinduan
rindu akan kedamaian
kedamaian akan kehidupan
kehidupan yang selama ini menjadi panutan sang alam
tapi aku sadar
aku belum mamppu untuk itu
hanya tuhan yang tahu




Monday, January 13, 2014

Lilin kehidupan




“kau harus menjadi orang sukses”
Begitulah sekilah kata yang mereka ucapkan kepdaku
Selalu terngiang dalam benakku
Hingga kini
Kata ini menjadi pembakar semangat
Menatap ke depan
Menjadi cermin agar aku sadar diri
“jangan kamu menjadi pencundang, tapi belajarlah untuk menjadi seorang pejuang sehingga engkau menjdi seorang pemenang”
Kata-kata bijak yang selalu mereka dengungkan
Kata-kata yang selalu mereka hujamkan ke lubuh hatiku
Hingga ku tersadar dengan tujuan hidup
Mencari setapak arah untuk di lalui dan menjdi lentera untuk diriku, untuk mereka dan untuk di yang hidup sendiri
“akulah lilinmu kini”
Jawabku penuh harap dan harap
Seakan mendahulukan takdir tuhan
Tapi aku percaya aku bisa membentuk dan menciptakan takdir ku sendiri
Dengan asa yang menjulang tinggi
Ku gantungkan harapan pada diriku sendiri
Bukan pada orang lain

tetapkan langkahmu



Ketika semua telah sirna dalam pencarianmu
Merenunglah sejenak dengan jiwamu
Tataplah ke depan sembari menerawang masa depan yang menjadi destinasi terakhirmu
Berdamailah dengan dirimu, jiwamu, pikiranmu
Dan bertegur sapa dengan alam yang kin buas bermain dengan waktu
Setiap asa punya makna
Setiap harapan adalah impian
Setiap impian adalah kehidupan
Menjadi lentera untuk penunjuk jalan
Jalan yang menjdi alur penggagas masa depan
Kini, larilah
Kini, tetapkanlah semua harapan itu
Hingga suatu saat nanti kau akan mengerti akan makna hakiki dari pencrianmu selama ini.

pencarian jati diri



Siapa pun pernah bertanya dengan dirinya sendiri, kanapa aku selalu hidupa dengan kesusahan, kenapn hidupku selalu berada dalam kesusahan.  Apakah hidup ini begitu berat untuk di jalani. Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang selalu menerawang dalam benak kita. Melihat kehidupan begitu berat, menjadikan kita condong untuk mundur dan “malas” untuk menorehkan tinta harapan kita kepada pemilik alam “tuhan”.
Hal ini terjadi karena kita tidak memilki identitas diri yang sebenarnya. Alhasil, ketika cobaan itu datang menggetuk pintu kehidupan kita, kecenderungan kita untuk menamggapinya dengan kekesalan, caci maki, dan selalu menggeluh dengan apa yang kita temui dalam menjalani rutinitas kehidupan ini. Sehingga, seakan kita memaki dan mengeluh dengan diri kita sendiri.
Kenapa mesti kita memaki diri, kenapa mesti kita berputus asa tehadap kehidupan ini. Pernahkah kita berpikir bahwa, kitalah yang menjadi desainer dalam menyusup planning kehidupan yang akan kita jalani sekarang, esok, lusa dan selamanya. Bukan orang lain, bukan pacar, saudara kita, guru kita, dan lain sebgainya.
Buatlah masa depanmu sendiri, sehingga masa depan itu benar-benar Nampak dan menjelma menjadi sebuah kehidupan yang selama ini kau impi-impikan. Karena segala sesuatu ada dalam genggamanmu.

Sunday, January 12, 2014

Putri impian



Langkah ini terhenti
Terdengar rebut datang tiba-tiba
Gemuruh pun menyahut riang
Tabuhan gendang kehidupan mulai dinyanyikan
Para selir menanti dengan wajah ayu
Tersenyum lirih padaku
Terlena dan terus terlena
Aduhai pangeran tampan
Sapanya…..
Terus dn terus mentapku penuh takjub
Putrid pun datang dengan iringan
Bermahkota permata dan perak
Ku lihat dengan senyum mekar
Dihiasi mewangian yang begitu menyengat
Siapakah gerangan putri cantik itu..?
Tanyaku….!
Dia pun menoleh seraya menghadiahkanku senyum termnisnya..
“Aku adalah belahan jiwamu yang kini hadir dalam tidurmu”
Jawablah lirh seraya memluku
Bangunku,,….
Semua sepi
Tiada sesiapa pun yang ada di sekitar
Hanya keheningan dalam lamunan akan putri impian

burung kesepian



Mentari masih saja terbelenggu di balik jubah sang langit biru
Termenung dengan dirinya sendiri
Menjerat cahanya, bergema di angkasa yang luas
Sesekali sang mega menyapa para penghuni alam
Burung-burung yang bertenger di pepohonan
Bernyanyi merdu sambil bercanda dengan hembusan angin
Mengepakkan sayap-sayapnya yang mulai menuai
Menatap sekitar di temani para sekawanan ilalang
Jeirtan pun terdengar merdu
Tatkala sang burung menari-nari dalam kesepiannya
Ingin terbang tinggi, tapi langkahnya terhenti tatkala dia mulai menyepi
Menatap ke lngit dengan tatapan penuh harap kepada tuhannya
Tak ada yang tahu, apa yang dipikirkannya
Hingga jiwanya terbang entah ke mana
Kini dia hanya mendengkur di balik jeruji kebingungannya
Burung kesepian
Hanya menatap hidup dengan kedangkalan hati yang punah