Ku kayuh sepeda buruk ku
Menikmati alam yang masih
liar
Sejenak bertukar pandang
dengan para penikmat dunia
Menjadikan mata ini lemah
tak berdaya
Risih mulai menajalar di
sekujur tubuh
Desakan angin dengann
sombongnya memandang
Caci maki membubuhi mulutku
Tak terasa mereka memeluk
impianku
Larilah dengan sepeda
burukmu
Desahnya.!
Ku berlari dan terus berlari
Hingga bukit harapan muncul
di antara danau-danau menakutkan
Cemoohan para penikmat
dunia datang lagi
Berdandan dengan para
ilalang yang tersesat
Sesalku tertumpah pilu
Amukanku mulai reduh
dipelukan pelangi
Sungguh indah desahku
Memjamkan mata, terasa aku
telah tiada
Pelanggiku-pelangiku… hati
ini berbisik
Sorotan mata terhenti kala
Ia datang di pelupuk senja
No comments:
Post a Comment