Jangan mengharapkan hidup dariku
Aku tidak memilki kehidupan
Menjauhlah, aku mohn
Sesalnya di bawah langit penyesalan
Langit redup seketika
Kata-katanya menjadi keramat seketika
Berlari dan terus berlari sendiri
Kemana gubuk reotku
Tatapan menjurus ke seluruh alam sekitar
Mulutnya kelu tiada bahasa
Dia datang lagi dengan kehidupan
Berikan angin segar kepada sekali lagi
Memelas di tengah rindangnya penantian
Cahanya matanya mulai bersinar
Terima kasih, katanya lirih
Kaulah penyelamatku kini
Tiada kata yang terucap hanya belaian halut yang terasa
Detik demi detik berganti sendu
Alam kian dirundung duka nestapa
Kini dia sudah tiada, hanya tersisa penyesalan yang dalam
No comments:
Post a Comment