Tuesday, January 7, 2014

RINTIHAN SANG PENGEMIS




Kasihini aku…. Ratapnya begitu sayu
Menadahkan tangan dekilnya
Tatapan tak bersahabat dari sekitar tak digubrisnya
Sengatan mentari tak dihiraukannya
Demi sesuap nasi, jadi harapan
Mencoba bernyanyi dengan suara paruh
Berdendang berbalut isak hati yang luluh
Di tepian jalan jadi penghidupan
Terkekeh riuh kala menggenggam rupiah
Seakan tiada kehidupan
Baginya..!
Tapi inilah kehidupan yang hakiki
Bisikan hati yang suci
Lirih diterpa hujan impian
Teruh menadahkan tangan seraya memelas
Sosoknya menjadi misteri hingga kini
Sosok yang hidup dalam kepekaan hati yang menatap
Hingga segenggam perjuangan di menangkan di kemudian hati.

No comments: