Kasihini aku…. Ratapnya
begitu sayu
Menadahkan tangan
dekilnya
Tatapan tak bersahabat
dari sekitar tak digubrisnya
Sengatan mentari tak
dihiraukannya
Demi sesuap nasi, jadi harapan
Mencoba bernyanyi
dengan suara paruh
Berdendang berbalut
isak hati yang luluh
Di tepian jalan jadi penghidupan
Terkekeh riuh kala
menggenggam rupiah
Seakan tiada kehidupan
Baginya..!
Tapi inilah kehidupan
yang hakiki
Bisikan hati yang suci
Lirih diterpa hujan
impian
Teruh menadahkan tangan
seraya memelas
Sosoknya menjadi
misteri hingga kini
Sosok yang hidup dalam
kepekaan hati yang menatap
Hingga segenggam
perjuangan di menangkan di kemudian hati.
No comments:
Post a Comment