Tersesat di gurun sahara
Bersama rombongan yang tak di kenal
Berjalan dengan tongkat tuanya
Berbekal ketabahan diri yang hakiki
Jeritan malam mulai menangis
Ketika lantunan zikir mulai berkumandang dari mulutnya
Kakek tuan berjanggut sutra
Bertenger di kebisuan malam
Gurun pasir pun mulai rebut, gundah gulana
Tafakkur dia menyendiri
Di dalam gua keabadian
Tuannya pun datang menyapa
Memabawa semangkuk kebijaksanaan
Untuknya,
Yang berkelana dalam keabadian
No comments:
Post a Comment