Monday, January 6, 2014

Bidadari Terbuang



Sungguh rupawan wajahmu, ketika dulu
Dahulu waktu dikau masih lugu ayu
Merayu ditimbunan hayalan kelabu
Merintih karena malu
Kehangatan senja memanjakan ragamu
Polesan wajah yang indah merona
Terbanjiri keringat kesedihanmu
Setiap kata yang kau ucapkan bagaikan umpan yang gurih
Merayap melangkah sambil menelanjanggi dinding jiwa abadimu
Malu, jangan kau Tanya
Memang ini lah aku.! Jawabnya sendu
Kemilauan bayangan pelangi, redup lah senja
Terkikis hasrat terpekik rindu
Rindu akan diri sesungguhnya
Lenteraku.. lenteraku.. teriaknya
Kepasrahan sambil tertuntuk di pelaminan duniawi
Menyisihkan sekantong harapan, akan kebebasan
Hatiku menangis, jangan kasihani aku
Lirih dalam tawa palsunya
Menanti belaian tuhan yang perkasa
Menuntun rindu yang tak tersampaiakan
Lamunannya terhenti diperaduan mimpi
Hanya tatapan kosong dari insan yang rindu kematian “raga-nya”

No comments: