Semua yang kita usahakan selalu
bersinergi dengan apa yang kita cita-citakan, bermula dengan kebingungan,
tekanan sampai pada puncak kegalauan. Imajinasi, khalayan, dan fantasi yang
menaungi jejak-jejak mungil kita terpapah dalam balutan tetesan keringat yang
kian mengering. Kesedihan datang dengan derasnya ketika tumpukan harapan
menjadi tabu termakan masa. Langkah pun menjadi jenuh bermuara pada
keputusasaan yang menggebu.
Kita pun lupa makna perjuangan,
sejatinya kita adalah mahluk dengan berbagai potensi yang brilian, tapi
terkadang kita lupa untuk merajutnya. Pikiran kita hanya dihiasi dengan penyesalan-penyesalan
yang tidak berkesudahan, menjadi potret kehidupan rendahan, tak ubahnya seperti
abu yang berterbangan diterjang angin deras. Kita memilki banyak sekali
mimpi-mimpi mulia, planning hidup
yang gemilang, penuh ambisius yang menggunung, tapi semua itu hanyalah rentetan
angan-angan yang basi.
Menjadi pemimpi sungguhlah mudah, tapi
yang sulit adalah bagaimana cara kita mewujudkan mimpi itu adalah hal yang agak
susah. Semua orang punya mimpi yang bermacam-macam dan sangat variatif. Mimpi bisa
muncul karena memang kita punya skill, ide, gagasan, wawasan dan pengetahuan. Sekarang
bagaimana kita mewujudkan ide, gagasan dan skill kita, itu menjadi teka-teki
yang harus kita pecahkan terlebih dahulu.
Kita
memilki mimpi karena kita memiliki keunikan tersendiri, orang yang tidak
memilki mimpi dalam hidupnya berarti dia “orang mati”. Mimpi itu ada karena
kita selalu berimajinasi tentang masa depan. Bisa dikatakan bahwa mimpi
sebenarnya adalah masa depan yang belum kita raih. Untuk mewujudkan semua mimpi
(masa depan) yang menjadi buruan kita, maka seyogyanya kita memilki langkah
kreatif dalam menyongsong masa depan itu. Misalnya, menambah wawasan hidup,
merekonstruksi basic keilmuan kita dan yang paling utama adalah menetapkan tujuan
yang seharusnya kita capai baik dalam jangka waktu yang lama maupun temporer.
Langkah-langkah kreatif yang kita desain
harus mampu menjawab setiap ambisi yang sebelumnya sudah terjadwal dalam memori
masa depan. Hal ini untuk menunjang langkah-langkah selanjutnya, bila hal ini
terabaikan maka langkah untuk mencapai tangga tertinggi dari masa depan itu
akan musnah.
Mengenal masa depan berarti mengenal
langkah untuk mewujudkannya. Banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk
mencapainya. Langkah kongkrit dan mudah adalah dengan memperluas wawasan dan
merubah sudut pandang kita tentang masa depan. Banyak orang memilki mimpi (masa
depan), tapi untuk mengaktualisasikan mimpinya dia mati di tengah jalan. Kenapa.?
Karena pada dasarnya mimpi (masa depan) yang dibangun hanya berkisar pada kulit
luarnya saja (tidak ada action) hanya
menunggu nasib.
Dalam menggapai tujuan itu memang
diperlukan langkah kongkit yang tidak berrsifat statis, tetapi bersifat dinamis
dan fleksibel. Jika satu langkah itu stagnan, maka kita bisa menggunakan
langkah cadangan yang sebelumnya telah kita formulasikan sebelumnya. Selain itu,
sesering mungkin kita mereview apa
yang menjadi tujuan atau masa depan yang ingin kita capai, agar semua itu tidak
terbenam karena tidak pernah menadapat sentuhan-sentuhan halus kita.
Hidup ini adalah action bagi para
pemimpi (pemburu masa depan) dalam mengusahakan terwujudnya sebuah mimpi. Tetapi
jika boleh dibilang bukan mimpi tetapi “ambisi mulia”. saya berasumsi bahwa “setiap
orang yang sukses dan cerah masa depannya selalu memilki banyak
kegiatan-kegiatan positif” dan “untuk menjadi orang besar maka berusahalah
untuk melakukan hal-hal yang besar”.
Wallahu a’lam bi al-shawab.
No comments:
Post a Comment