Thursday, March 19, 2015

tangisan sang malam

Teriakku, semuanya bungkam.
Tiada siapa yang mendengar
Suaraku mulai sepi dalam tangisan  malam
Kelam pun sirna di tengah pertengkaran sang alam
Terbujur, bosan dengan panggilan tuhan
Mengingkari titah suci pengembara abadi
Datanglah, jerit hati yang fana
Telanjangi raga penuh kebodohan
Aku mulai terhenyak dalam hayalan
Menghias nalar hinaku dengan hakikat yang sempurna
Jalan kecil pun mulai ku tapaki dianatara gelora jiewa yang memaki
Aku bosan.!!!
Teriakku dalam kegaduhan-kegaduhan kecil jiwa yang merana
Pertengkaran batin mulai hidup kembali
Aku mulai jenuh melihat kehidupan, semua nista tanpa makna
Dalam lena yang panjang, ku terbangun di tengah bahtera jiwa yang  berlabuh
Menatap mega dengan cahaya suntuknya
Ku urai kembali suara itu, suara hati yang selalu berkelana

Hingga malam pun hilang dalam terang yang berkilauan

No comments: