Hatiku begtu peka, ketika hujan
datang dengan lebatnya
Airnya bening putih di tenah dataran
yang luas
Tapi begtu sempit dimataku
Gelombang rasa itu kian menjalar
menjadi pelita yang mati sia-sia
cahaya redup di antara damai dan tawaku
Lirih menatap malu, berlabuh jauh di
dasar hatiku
Akan datang masaku untuk mati, bila
raga dunia kau jamah lagi
Aku mulai meratap sepi di anatara
tawa candaku
Aku tak tau aroma dunia
Aku hanya bersembunyi denga hati
Tertunduk malu dalam wajah sayu
Akankah malam kan menjadi jubah
kecilku
Tertidur di pusara kedamaian
Ku mencari sosokmu jauh di antara
hanayalan dan imajinasiku
Tapi akau tak sadar akan hadirmu
Sungguh lihai tuhan bermain dengan
hati
Hingga fajar penyatuan datang
membawa jiwa dan ragaku sampai ke pangkuanmu
Berdiam sepi dalam pelukan rembulan
Bercahanya sebagai lambang kesucian
hati
Hati yangg peka akan kasih sayang,
untukku
No comments:
Post a Comment