Dulu
aku tidak tau, apa yang harus aku tau
Lugu,
ragu dengan wajah kusutku, aku tak peduli
Aku
ingin bermain, bernyanyi dan tak seorang pun harus menggangguku
Aku
ingin tertawa dalam alam dan dunia kecilku ini
Jangan jamahi aku
Karna
aku belum siap dengan kata-kata maupun angka-angka yang menurutku aneh
Aku
masih ingin bebas walaupun tak terarah
Tapi,,,,,,,,,
kini
Aku
mulai lelah dan mulai tau apa yang mereka katakan, aku pasrah
Huruf
dan angka-angka itu mulai ku bubuhi dalam benak mungilku
Seakan
semuanya berterbangan mengisi kekosongan pikiranku
Siapakah
orang-orang ini.?
Kenapa
mereka begitu peduli denganku.. padahal aku dengan sombong tidak ingin mengenal
mereka.?
Kenapa
mereka begitu sayang denganku,..?
Hingga
ku sadar mereka adalah guruku.. ya mereka guruku
Dengan
bijaksananya menunutun tangan kecilku mencoret-coret kertas yang putih bersih
tanpa dosa
Ku
Larut, pasrah tak tau apa yang ku tulis, apa yang harus ku baca
Dengan
lugu aku terus mengikutinya
Hingga
fajar menyingsing menyadarkan keangkuhanku
Betapa
pentingnya guru-guru itu dalam hidupku
Wahai
penghuni langit yang Maha Mengetahui
Izinkan
ku panjatkan doa yang sumbang ini
Untuk
para pemahat yang bijaksana
Tak
kenal lelah, tak pernah menyerah dalam asa yang amat panjang
Menatap
Lirih dengan harapan aku menajdi bermakna untuk diriku dan orang lain
Kini
ku pahat mereka dalam hatiku
Tatapanku
lusuh, hingga jiwaku berbisik lirih “Guruku adalah malaikat-malaikatku”.
No comments:
Post a Comment