Thursday, March 19, 2015

Guruku adalah malaikatku


Dulu aku tidak tau, apa yang harus aku tau
Lugu, ragu dengan wajah kusutku, aku tak peduli
Aku ingin bermain, bernyanyi dan tak seorang pun harus menggangguku
Aku ingin tertawa dalam alam dan dunia kecilku ini
Jangan  jamahi aku
Karna aku belum siap dengan kata-kata maupun angka-angka yang menurutku aneh
Aku masih ingin bebas walaupun tak terarah
Tapi,,,,,,,,, kini
Aku mulai lelah dan mulai tau apa yang mereka katakan, aku pasrah
Huruf dan angka-angka itu mulai ku bubuhi dalam benak mungilku
Seakan semuanya berterbangan mengisi kekosongan pikiranku
Siapakah orang-orang ini.?
Kenapa mereka begitu peduli denganku.. padahal aku dengan sombong tidak ingin mengenal mereka.?
Kenapa mereka begitu sayang denganku,..?
Hingga ku sadar mereka adalah guruku.. ya mereka guruku
Dengan bijaksananya menunutun tangan kecilku mencoret-coret kertas yang putih bersih tanpa dosa
Ku Larut, pasrah tak tau apa yang ku tulis, apa yang harus ku baca
Dengan lugu aku terus mengikutinya
Hingga fajar menyingsing menyadarkan keangkuhanku
Betapa pentingnya guru-guru itu dalam hidupku
Wahai penghuni langit yang Maha Mengetahui
Izinkan ku panjatkan doa yang sumbang ini
Untuk para pemahat yang bijaksana
Tak kenal lelah, tak pernah menyerah dalam asa yang amat panjang
Menatap Lirih dengan harapan aku menajdi bermakna untuk diriku dan orang lain
Kini ku pahat mereka dalam hatiku
Tatapanku lusuh, hingga jiwaku berbisik lirih “Guruku adalah malaikat-malaikatku”.



No comments: