Thursday, March 19, 2015

raga sang alam

Ku lari dalam pekatnya malam
Larut di buai mimpi yang begitu kelam
Lelah ku berjalan. Teramat jauh langit yang mulai menjelama
Pagi datang dengan elok di bingkai sinar mentari menjamah laraku yang kini mulai mati
Seakan bangga dalam dekapan alur udara pagi
Letih sudah raga ini dalam kepapaan yang teramat sangat
Sungguh lihai alam bermain dengan hati
Terbujur kaku menangis dilema mimpi yang terpaut sukma
Biarkan aku lari wahai angin malam
Aku tak ingin terbelenggu di sini sendiri
Aku sudah tak ada harapan dengan keputusasaanku
Jiwa merintih sendu dalam dorongan rasa yang kutapaki
Inikah jalan tuhan yang harus kujalani
Terpaku menyusut angan yang mengembara sepi
Rintik-rintik ujan penyegar dahaga jiwa
Membisu dibuaian dekapan angin
Menyapa Manja bagai simponi kerinduan
Bersair merdu menyapa desiran angan yang mulai mati
Gemuruh jiwa mulai redup
Hanya rintihan kecil dari harapan yang mulai rapuh
Lilin kecil mulai menyala indah di lubuk hati
Kelam, sirna sudah
Hanya tawa manja dari sanubari yang datang menyapa lirih
Jauh sudah ku menatap mega senja
Redup hangus berbingkai pusara dalam rasa cinta yang naif
Bagitu indah tatapan hati
Hingga ku jenuh melangkahkan kaki, menepi di sisi hati yang mulai mati.



No comments: