Sosok itu seakan ku
kenal dalam cermin abadi
Bayangan penuh makna
dianatara sorotan matanya yang sayu
Ku coba mendekat dengan
suara diamku
Terhenyak dalam
dekapannya yang sepi
Rona wajahnya bersinar
bagaikan pelangi seribu warna
Menjelama diantara
mimpi dan sadarku
Ku balut hati ini
dengan kerinduan yang mati
Hingga sosok itu datang
kembali di tengah kegaduhan yang hebat
Mengundang malam-malam
terselubung kabut yang pekat
Dimanakah sosok yang
mati itu.?
Pancaran cahayanya
mulai datang kembali
Aku pun terdiam dalam
penantian panjang
Tertunduk sepi bagaikan
gelombang yang terdiam
Larutlah wahai insan
yan mati
Suara paruhnya tanpa
raga yang mengikat
No comments:
Post a Comment