Dengan yakin Dia menyatakan cinta
Laiknya penyair sumbang dalam ratapan matanya
Keluh kesah merajut asa
Menepiskan gelora jiwa mengutuk raga
Hari-hari tak terhingga banyaknya
Melangkah lesu di hamparan kenistaan
Dia bak pengemis gila di pusara pengasingan
Melangkah jauh demi ke-diri-an jiwa
Aku bosan!
Teriak sepi dalam balutan hati merintih
Pusaka abadi dalam bingkai zikir
Keruh hati terus menjalar bak sang fakir
Menawan hati dalam jeruji jiwa
Entah kapan logika datang mengadu akal untuk berpikir
Meronta histeris dalam tangis duka semesta
Hingga terpapar mati dalam imajinasi diri
Kaukah orang yang mencari
Kaukah orang yang berduka
Rintih hati menanti jawaban tak pasti
Sederet kata untuk kau yang nista
No comments:
Post a Comment