Sunday, June 14, 2020

Memori primordial (Teosofi cinta)

Kala itu aku tak mengerti tentang apa pun
Perlahan tapi pasti, semesta pun datang menghampiri
Awal kesucianku terjamah oleh waktu
Tak sedikit pun aku berkata atau bersua
Hanya tatapan kosong, ingin tahu
Langit pun mulai mendung bersyair lirih penuh syahdu
Menangis mendengar titah sang Cinta
Lelapku datang bercengkrama
Memaksa gelora jiwa bercumbu
Diam ku dalam pertapaan suci
Laiknya asketis rindu akan kehidupan
Hari pun berganti dalam permainan waktu
Memaksa diri beranjak dari pangasingan rindu
Ooh cinta, celoteh ringkih daku ingin bersua
Tak ada secarik kata yang terucap
Hanya sederet makna yang tersirat
Ooh cinta, rengkuh jiwaku ingin bersama
Membangun altar, ber-semedi keabadian
Sirna, semuanya pun sirna
Menyatu dan melebur dalam waktu bersamaan
Kebingunganku menjalar dalam perjalanan senja
Mendapati diri pupus dari alam primordial

No comments: