Sunday, June 14, 2020
Ilusi Logika
"menyadari diri lelah bukan berarti harus pasrah dan menyerah". Titik jenuh kadang kala sering datang menghampiri alih-alih 'menghantui' beberapa atau bahkan semua orang. Bukan hanya pikiran, perasaan tetapi juga raga yang perlu diistirahatkan. Beberapa orang mengklaim hingga mengkultuskan semua yang dirasakannya sebagai suatu "kutukan" dari Tuhan, karena merasa bahwa itu tidaklah adil baginya. Mental seperti ini akan membawa perubahan yang sangat signifikan jika terus berlanjut pada arus pikiran konstan tanpa ada perubahan kongkrit yang kita lakukan. Setiap permasalahan akan menjadi beban "abadi" hingga menjalar ke setiap sisi kehidupan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kehidupan ini, hanya saja, sering kali kita memahaminya berbeda dari apa yang digariskan-Nya. Ketika logika mulai "meracik menu-menu" baru untuk bergelut dengan berbagai persoalan hidup, terkadang akan kandas tanpa ada kemajuan jika tidak dibekali dengan keyakinan. Logika jika dihadapkan dengan persoalan maka pertanyaan yang muncul adalah "apakah saya bisa" atau "apakah saya mampu" seakan-akan logika dengan "bala tentaranya" memilki kemampuan untuk itu. Sebenarnya semua aksesoris manusia hanya sesuatu yang disematkan oleh Tuhan sebagai sarana bukan tujuan untuk melampui ke-Esa-an Tuhan. Oleh karena itu, konsep ikhtiar yang selalu "didengungkan" oleh para abdi Tuhan merupakan salah satu jalan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang kita alami, karena pada dasarnya, ikhtiar merupakan salah satu jalan untuk mengaktualisasikan titah Tuhan dalam ketentuan-ketentuannya. Letak permasalahan yang pertama adalah 'apakah kita akan pasrah dengan ketentuan-Nya setelah takzim dalam ikhtiar kita' atau 'apakah kita akan berontak dan anarkis dengan logika kita dalam menerjemahkan ketentuan tuhan', semua itu tergantung dari sisi keyakinan masing-masing orang,,,. BERSAMBUNG...!!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment