Monday, June 15, 2020

Ilusi Logika b.2

"para penggiat nalar" memahami bahwa segala sesuatu yang ter-abstraksi dalam memori, lazimnya identik dengan apa yang kongkrit. Dengan seketika mengatakan bahwa hal itu adalah 'benar', karena dalam mengkongkritkan segala sesuatu didasarkan pada pengolahan memori yang sebelumnya mereka ketahui. Ketika si "A" mengatakan bahwa itu adalah 'Pohon', iya secara kasat mata dan akal pikiran itu adalah 'Pohon'. Biasanya kerangka berpikir logis seperti ini sering kali stagnan Karena menjustifikasi bahwa itu adalah final. Tetapi pertanyaan yang muncul kemudian adalah " bagaimana jika pohon itu mati, hancur, lebur dan musnah sehingga tidak menyisakan sedikit pun pengenalan terhadap logika bahwa itu adalah 'pohon'. Karena bagian dari sisa 'pohon' tidak bisa dikatakan sebagai suatu keutuhan dari 'pohon'. Pertanyaan selanjutnya adalah "kenapa dikatakan itu adalah pohon?". Apakah karena dia berbuah, berbunga, berdahan, tinggi atau ciri spesifik lainnya? Atau mungkin dengan pertanyaan yang lebih ontologis lagi, "kenapa pohon itu bisa hidup laiknya segala sesuatu yang ada di makrokosmos ini?...... BERSAMBUNG

No comments: