Monday, October 27, 2014

shaleh secara pribadi ataukah shaleh secara sosial..?



Semua orang tahu, tidak ada kesempurnaan yang mutlak kita miliki. Atribut diri hanya sekedar menjadi pelindung kita dalam melihat kehidupan. Toh apalagi yang bisa kita banggakan menjadi seorang manusia, karena memang kita diciptakan mukan untuk diri kita sendiri, tetapi kita diciptakan untuk orang lain. Ibadah seseorang tidak bisa di ukur jika seseorang itu sholeh secara pribadi semata, tetapi seorang bisa dikatakan sukses dalam ibadahnya jika bisa sholeh secara sosial.
Ukuran dan tipologi kesholehan pribadi seseorang, jika disandarkan pada tipologi pertama (shaleh secara pribadi/ personal) maka tipologi pertama ini tidak atau kurang bisa dikatakan sukses dalam ibadahnya. Kenapa demikian.? Karena ibadahnya tidak bisa mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Ini jika kita mendasarkan atau menggunakan kaca mata ilmu sosial. Manusia sebagai mahluk sosial, tidak bisa terlepas dari orang di sekitarnya sehingga pada tataran selanjutnya keshalehan secara pesonal ini tidak akan mampu menjawab kebutuhan masyarakatnya.
Tipologi kedua yaitu orang shaleh secara sosial. Shaleh secara sosial ini memilki implikasi yang sangat fundamental pada tataran praktis kehidupan bermasyarakat. Misalnya, orang yang shaleh secara sosial jika menemukan permasalahan di tengah-tengah masyarakat maka ia akan mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan personal. Orang yang shaleh secara sosial, jika harus memilih antara shalat sunnah dengan menolong tetangganya, maka ia akan memilih menolong tetangga yang membutuhkan pertolongannya. Nah, pertanyaannya adalah pernahkan kita melakukan hal seperti ini dalam kehidupan kita sehari-hari...?????

No comments: