Sejarah diri mulai terkungkung dalam cermin bisu di sudut kuburku
Kelamnya menjelma di setiap sisi-sisi terdalam jiwaku
Suara-suara gemericik hujan bertabuh di pusara kalbu
Menjarakan akal, membalut pilu
Cermin ini sungguh amat kusam
Kusam sejak diri lupa akan maqam
Sedari diri dulu, jiwa membungkam
Kalau lah daku bercermin dahulu
Tak kan ada nista yang menyapa
Kegundahan-kegundahan mulai menjalar di relung jiwa
Menjadi pelita, menjadi bahtera
Tak pelak lagi cermin bisuku terus saja bungkam
Seakan sesal diri menjamah lara
Bungkam, terus saja bungkam
Katanya dalam sindiran hati yang membias mati
No comments:
Post a Comment