Engkau, sungguh membingungkan
Menjadi lentera jiwa, dambaan sang
kelana
Menjadi purnama, kebimbangan abadi
Dia, kau bungkam
Tatapan sinis sejenak membias
Menjadi indah tatkala kelam
membahana
Tidak ada yang bisa melukiskan,
sosokmu
Walaupun aku tahu
Dia yang tak berupa
Dia yang tak nyata
Dia yang penuh halusinasi
Lentera kelam menjamah setiap agan
kebimbangan
Sejenak menjadi tabu, tabu dalam
kehinaan
Abdi datang bak pengemis
Menyerah, kalah dengan akal
Secarik kebenaran, setetes kehidupan
Terang sungguh, kedunguan alam insan
yang durjana.
No comments:
Post a Comment