Sunday, February 16, 2014

Terserah padamu tuhan



Terserah padamu tuhan
Aku ingin mati kini
Deraian air mataku membasahi hingga larut dalam sedihku
Aku tau, aku sadar
Pelita hidup kini mulai pudar
Resah, gelisah terpuruk sepi dalam dilema mimpi yang berpanjangan
Setiap helai nafasku terjulur sepi dalam sayup-sayup tawa mungil sapaan angin
Tawa malaikat mulai terdengar menderu-deru
Hingga ragaku rapuh dalam pelukan sang malam
Pekat.! larut sudah dalam sunyi jiwaku yang merintih lirih
Wahai para peri-peri kecil sebentuk kedamaian jiwa
Duka jiwa berdarah nanah dalam tetesan alam yang mulai liar
Harapku dalam tangan tuhan yang membelenggu jiwa

No comments: