Jalan ini amat panjang untuk ku jalani
Berliku penuh onak duri
Melebur dalam ayunan gontai langkah kakiku
Memapah ragaku yang kini mulai layu
Terpuruk sepi di dasar bumi yang makin tabu
Rasa seakan mulai pupus di ujung perjalanan hidupku
Merantai setiap yang ku rangkai dalam benakku
Kaku, membatu terpuruk mati bagai bangkai yang tak
berarti
Inikah jalan yang harus ku tapaki?
Lesuh hanyut dalam dunia yang makin fana di benakku
Hanya senda gurau yang makin tampak
Hingga ku ragu untuk menatap awan kelabu
Jiwaku resah terhentak
Bagai badai yang terombang-ambing oleh sapaan angin
yang tersenyum lirih
Kapankah ini kan berakhir
Ku Ingin seperti kapas yang tanpa rasa, tawa dan
kesedihan
Melangit, lepas bebas dalam bimbingan desiran angin
malam
Terjerat bahagia di alam yang tak kenal derita
Jalan ini makin suram, penuh kepalsuan
Hanya rintihan-rintihan kecil dari raga yang haus
akan belaian kasih sayang
Menunggu tangan-tangan kecil peri-peri langit yang datang
dengan wajah terang berderang
Aku makin iba, merana
TUHAN.....!!! teriakku
No comments:
Post a Comment