Sunday, February 16, 2014

DARI SEORANG SAHABAT




Kenapa kau menangis  jika kau mampu tertawa
kenapa kau bersedih jika kau mampu bahagia
 kenapa harus lari seakan kau tak percaya akan megahnya sang mentari
kenapa kau ingin mati seakan kau tak percaya akan keagungan sang ilahi
 ini memang jalanmu
 jangan biarkan hatimu selalu berselimut kesedihan
 cobalah kau pandangi embun dipagi hari
penyejuk sukma diantara butiran –butiran air matamu
 menangis, sendu, pilu seakan begitu bermakna bagimu
mungkin kau tak tau senyummu  tawa ringanmu, adalah anugrah terindah dalam hidupmu
 jangan kau menangis
 meski hatimu terkikis bersama harapan –harapanmu yang mulai pupus
 cobalah kau kepakkan sayapmu
kelilingi dunia dengan sepercik senyuman
semua orang ingin tutur sapamu
 jangan hanya terdiam membisu
kau bukanlah batu karang yang kokoh
 tapi kau hanya jiwa yang mudah rapuh, musnah bagai debu –debu yang berterbangan tak tau arah
sampai kapan kau menangis
waktu yang kau sesali tak kau datang menyapanya lagi
 sesalmu dalam perang batin melawan takdir ilahi
 hanya tawa palsu pembalut sedihmu
dalam tirai sukmamu seakan kau tak kenal lelah
 kau tangisi waktu yang memaksa dalam mengisi peraduan hidupmu
 kini cobalah kau hidup laksana merpati terbang bebas diangkasa lepas
 tak kenal sedih, tangis, dan derita
 dimana tawamu yang dulu
dimana senyummu yang dulu
 bagai bunga mawar wajahmu berseri
 tidakkah kau ingat semua itu ,,?
 Tidakkah kau sadari itu,,?
 Kini seakan ku tak mengenalmu
 hanya rintihan hati dari sahabatmu.

BY:  MAMAT



No comments: