"jangan kamu bertanya kenapa aku diciptakan tetapi bertanyalah kepada dirimu sendiri 'bagaimana aku diciptakan".
Sebagian orang akan mengatakan 'ini adalah pertanyaan konyol', tetapi sebagian orang akan berpikir 'iya bagaimana aku diciptakan'. Pada hakikatnya ketika kita bertanya 'kenapa', pada hakikatnya hanyalah ingin mencoba mengklaim "ke-aku-an" diri semata, sehingga manusia sering lupa akan hakikat diri sebenarnya. Manusia cenderung untuk lebih tau alasan-alasan tuhan menciptakan dirinya sehingga mencoba menelisik kembali argumentasi yang hanya didasarkan pada logika semata. Hal tersebut berimplikasi pada pola pikir, cara pandang, cara bertindak hingga mengarah pada "fanatisme ke-aku-an". Contohnya saja, sering orang melontarkan pertanyaan yaitu "kenapa kita harus beribadah kepada Tuhan", padahal pertanyaan yang sebenarnya adalah " bagaimana semestinya kita beribadah kepada Tuhan". Pertanyaan tersebut muncul karena mereka tidak faham bagaimana dia diciptakan oleh Tuhannya.... BERSAMBUNG........
No comments:
Post a Comment