Tuhan
Dengan apa hamba-Mu ini mendekati-Mu
Tiada mata untuk melihat-Mu
Tiada telinga untuk mendengar keluh kesah-Mu
Tiada hati untuk melihat seyum manis-Mu
Hanya kematian yang kutunggu...
Menjadi jalan untuk lebih mengenal-Mu lebih dekat
Tuhan
Ku belajar dengan berbagai konsep tentang kebesaran-Mu
Tetapi kenapa hati ini semakin jauh terus menjauh
Lebih jauh
Tangisan di awal kepiluan
Menjerat jiwa dalam lamunan
Sunyi terus dalam sunyi
Mungkin sudah tiada
Ataukah
Ini adalah mati
Nalar bermain dengan gelora
Menjamah lamunan dengan segala keegoan diri
Hampir sampai pula di ujung pusara
Tidak bisa juga hamba memahami-Mu
Dengan jalan apa lagi
Tunjukkan lagi dan lagi
Kini mulai hamba membenah hati
Menyebut nama-Mu
Terus dan terus saja hamba sebut dalam kesendirian
Keramaian ataupun dengan segala cara
Namun semua menjadi semu
Siapa sesungguhnya Engkau yang ku sebut
Hamba pun tiada tahu... hati semakin kalut
Ku bersedih
Tak pasti kenapa hamba harus bersedih
Ingin mencari-Mu, tak ada arah
Tak ada tujuan
Tak ada harapan
Pikiran-pikiran kotor hamba yang makin berkeliaran
Duh Tuhan sembari lirih
Berbicara dengan hati yang pilu berduka
Dengan jalan apa lagi hamba bisa bersanding
Kutapaki jalan dengan ibadah-ibadah hinaku
Seakan tidak mengerti kenapa hamba harus beribadah
Hamba lakukan semaunya
Jungkir balik atau pun dengan cara-cara aneh bak orang gila
Duh aduh Tuhan hamba jadi orang gila
Kegilaan dengan ibadah-ibadah kosong tanpa makna
Memaksa hmaba merenung sejenak di pusara tafakkur
No comments:
Post a Comment