Semua menjadi tabu
Katamu yang terjatuh dalam derai tawa sesal
Kering sudah semua ini
Tak terperikan penyesalan yang mendalam
Semua kata-kata
terbalut dalam lentera jiwa jenuhku
Semua ingin ku kubur walau kehidupan terus memanggil
Biarlah semua berlalu
Biarlah semua berakhir
Tak ada sesal berbalut sedih
Yang ada hanyalah wajah lusuh
Sang kelana menjamah raga
Di tepian pantai yang buram
Tiada angin kehidupan
Tiada gemuruh ombak keabadian
Yang ada hanyalah
padang gersang kematian
Berjingkrak, langkah gontai sang kelana
Menari sedih dalam tangan menadah kepada Tuhannya
Di balik jeruji
kehinaan daku yang menunggu harapan keibaan
No comments:
Post a Comment