Monday, December 19, 2016

sang musafir

Semua keindahan terbentuk dari jiwa para pencinta
Meratap, menangis dalam duka
Semua terasa indah walaupun itu sebatas impian yang hilang
Mengiba dalam balutan rindu yang menganga
Polesan rintihan senja mengadu sepi di pelupuk malam
Indah, sungguh indah
Nestapa meratap, merangkul derita kerinduan
Kini kelam menyelimuti relung jiwa yang merana
Mengais mimpi
Melepas rindu bersama fajar kemilauan
Adakah tawa itu muncul kembali
Kebimbangan jiwa menyurutkan desah lesu sang awan
Aduh…

Rintihan pilu sang musafir kegirangan