Saturday, March 28, 2015

kenalilah dirimu...

Kita adalah diri kita sendiri. Setiap diri memiliki keistimewaan dan kekhususan tersendiri. Memang begitulah titah Tuhan, yang konon selalu menjadi pegangan hidup setiap diri. “ke-aku-an” diri, cenderung selalu memaksa kita untuk melihat ego, mementingkan nalar yang “bermukim” di setiap kepribadian setiap diri. Bak sangkar yang memenjarakan burung yang selalu merdu dengan kicauannya.
Setiap diri memiliki paradigma dan pandangan yang berbeda dalam “mengkode” setiap objek. Pantulan objek yang “ter-copy” diinterpretasikan menurut hukum akal yang abadi, seakan sakral-tak tergantikan. Setiap tatapan adalah bayangan nalar, mendiskripsikan segala sesuatu dengan ukurannya. Inilah awal semua pengetahuan diri mulai tumbuh dan berkembang.
Rentetan-rentetan pengalaman mulai menjamah indra dan akal untuk mempersepsikan alam yang bijaksana. Tak pelak lagi keakuan kian tampak, membentuk opini yang tak tercerahkan. Paradigma ini semakin berkembang dengan semakin banyaknya kita mengakses dan meng-input segala informasi. Semakin kita percaya bahwa, akal adalah ukuran kebenaran yang seutuhnya.
Lain halnya lagi dengan indra yang memiliki paradigma dan klaim yang berbeda lagi tentang kebenaran. Indra yang datang dengan lugunya menganggap bahwa kebenaran adalah kebenaran yang bisa di objek, dan tak luput dari panca indra. Semua yang didengar, dilihat, diraba, dirasa itulah kebanaran sejati.
Alhasil. Kita menjadi tabu dalam melihat kebenaran. Titah-titah Tuhan semacam menjadi sebuah permainan. Semua permasalahan didialogkan dengan akal dan indra, tanpa pernah setiap diri untuk mencoba berdialog dengan hati. Kok hati.! Mahluk asing yang sering terselubung di antara nafas-nafas kita.

ku ingin dengarkan engkau
keluarkanlah sabdamu
dimana kau bersembunyi
ku cari saku, di lemari besi
tiada tempat pun ku temui
kenapa kau belum nampak
datanglah jika memang itu perlu
tiba-tiba......
ingin sejenak kurasakan
tanpa makna
tanpa kata
mngkin
pergilah sejauh mungkin aku belum siap
sekarang aku butuh
dan tinggalah untuk selamanya


No comments: