Kita
adalah diri kita sendiri. Setiap diri memiliki keistimewaan dan kekhususan
tersendiri. Memang begitulah titah Tuhan, yang konon selalu menjadi pegangan
hidup setiap diri. “ke-aku-an” diri, cenderung selalu memaksa kita untuk
melihat ego, mementingkan nalar yang “bermukim” di setiap kepribadian setiap
diri. Bak sangkar yang memenjarakan burung yang selalu merdu dengan
kicauannya.
Setiap
diri memiliki paradigma dan pandangan yang berbeda dalam “mengkode” setiap
objek. Pantulan objek yang “ter-copy” diinterpretasikan menurut hukum
akal yang abadi, seakan sakral-tak tergantikan. Setiap tatapan adalah bayangan
nalar, mendiskripsikan segala sesuatu dengan ukurannya. Inilah awal semua
pengetahuan diri mulai tumbuh dan berkembang.
Rentetan-rentetan
pengalaman mulai menjamah indra dan akal untuk mempersepsikan alam yang
bijaksana. Tak pelak lagi keakuan kian tampak, membentuk opini yang tak
tercerahkan. Paradigma ini semakin berkembang dengan semakin banyaknya kita
mengakses dan meng-input segala informasi. Semakin kita percaya bahwa, akal adalah
ukuran kebenaran yang seutuhnya.
Lain
halnya lagi dengan indra yang memiliki paradigma dan klaim yang berbeda lagi
tentang kebenaran. Indra yang datang dengan lugunya menganggap bahwa kebenaran
adalah kebenaran yang bisa di objek, dan tak luput dari panca indra. Semua yang
didengar, dilihat, diraba, dirasa itulah kebanaran sejati.
Alhasil.
Kita menjadi tabu dalam melihat kebenaran. Titah-titah Tuhan semacam menjadi
sebuah permainan. Semua permasalahan didialogkan dengan akal dan indra, tanpa
pernah setiap diri untuk mencoba berdialog dengan hati. Kok hati.! Mahluk asing
yang sering terselubung di antara nafas-nafas kita.
ku ingin
dengarkan engkau
keluarkanlah
sabdamu
dimana kau
bersembunyi
ku cari saku,
di lemari besi
tiada tempat
pun ku temui
kenapa kau
belum nampak
datanglah jika
memang itu perlu
tiba-tiba......
ingin sejenak
kurasakan
tanpa makna
tanpa kata
mngkin
pergilah sejauh
mungkin aku belum siap
sekarang aku
butuh
dan tinggalah
untuk selamanya
No comments:
Post a Comment