Mentari masih saja terbelenggu di balik jubah sang
langit biru
Termenung dengan dirinya sendiri
Menjerat cahanya, bergema di angkasa yang luas
Sesekali sang mega menyapa para penghuni alam
Burung-burung yang bertenger di pepohonan
Bernyanyi merdu sambil bercanda dengan hembusan angin
Mengepakkan sayap-sayapnya yang mulai menuai
Menatap sekitar di temani para sekawanan ilalang
Jeirtan pun terdengar merdu
Tatkala sang burung menari-nari dalam kesepiannya
Ingin terbang tinggi, tapi langkahnya terhenti tatkala
dia mulai menyepi
Menatap ke lngit dengan tatapan penuh harap kepada
tuhannya
Tak ada yang tahu, apa yang dipikirkannya
Hingga jiwanya terbang entah ke mana
Kini dia hanya mendengkur di balik jeruji kebingungannya
Burung kesepian
Hanya menatap hidup dengan kedangkalan hati yang punah
No comments:
Post a Comment