Friday, April 10, 2015

pengembangan media berbasis ICT

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembelajaran merupakan proses transfer of knowledge, pembentukan sikap dan tingkah laku peserta didik melalui pesan-pesan yang terkandung dalam materi ajar. Fenomena yang sering terjadi adalah ketika pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan pendidik, selalu atau lebih mengarah pada pembelajaran konvensional yang kaku dan monoton. Fenomena ini menuntut pendidik agar lebih profesional dalam mengajar karena kunci kesuksesan dalam proses pembelajaran sangat ditentukan oleh pendidik yang profesional.
Menurut Fachrudin dan Ali Idrus menjelaskan bahwa, profesionalisme guru kiranya merupakan kunci pokok kelancaran dan kesuksesan proses pembelajaran di sekolah. Karena hanya guru yang profesional yang bisa menciptakan situasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran.[1]
Dengan adanya tuntutan agar pendidik profesional dalam mengajar, maka seorang pendidik selain menggunakan metode yang relevan dengan materi ajar, maka harus juga mampu dan piawai dalam menggunakan media pembelajaran, agar pesan-pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas dan tidak bias ketika dicerna, dipahami dan dihayati oleh pendidik sehingga mampu dikonstruksi dan internalisasi oleh peserta didik.
Arsyad menjelaskan, semakin banyak alat indra yang digunkan untuk menerima dan mengolah informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Dengan demikian, siswa diharapkan akan dapat menerima dan menyerap dengan mudah dan baik pesan-pesan dalam materi yang disajikan.[2]
Kepiawaian seorang guru dalam mengajar yang ditunjang dengan metode relevan terkait materi ajar dan disertai dengan media pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang isi dan makna, sehingga materi ajar yang disampaikan oleh guru dapat diserap oleh peserta didik dengan sempurna. Sudjana dan Rivai menyatakan bahwa, penelitian yang dilakukan terhadap pengunaan media pengajaran dalam proses belajar-mengajar sampai kepada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar para siswa menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran tanpa media dengan pengajaran menggunakan media. Oleh sebab itu penggunaan media pengajaran dalam proses pengajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran.[3]
Perkembangan media pembelajaran hingga sampai abad ke-20, membawa pengaruh yang sangat signifikan dan berimplikasi dalam dunia pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dikembangkan membawa pengaruh-pengaruh dalam setiap elemen pembelajaran, sehingga membentuk suatu paradigma baru terkait dengan pendidikan dan pembelajaran.
Teknologi informasi dan komunikasi atau multimedia menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan pesan pendidikan, karena dalam penggunaan media yang berbasis ICT/ Multimedia ini mampu memperjelas setiap makna pesan yang disampaiakan dan mampu mencakup setiap modalitas belajar peserta didik.
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampui bidang teknologi lainnya. Hal ini mencakup teknologi komputer, internet, teknologi penyiaran (radio dan televisi), dan telepon.[4]
Penggabungan anatara dua teknologi tersebut dimungkinkan agar proses pembelajaran yang didesain oleh pendidik--mempermudah setiap kegiatan berlangsung di dalam kelas. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi seperti ini juga akan menghilangkan kesenjangan-kesenjangan komunikasi yang selama ini sering terjadi antara pendidik dan peserta didik.
Mengacu pada penjelasan di atas, maka seyogyanya pendidik mampu mengembangkan media pembelajaran yang berbasis ICT agar proses pembelajaran yang berlangsung menjadi lebih menarik, menyenangkan dan mampu menumbuhkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Melihat setiap penjelasan yang dikumandang oleh para ahli diatas, maka penulis dalam makalah ini akan menjelaskan tentang Pengembangan Media Pembelajaran berbasis ICT/Multimedia pembelajaran PAI di Sekolah/Madrasah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia.?
2.      Bagaimana teknik pengolahan data dan informasi menggunakan media pembelajaran media berbasis ICT/Multimedia.?
3.      Bagaimana penggunaan media pembelajaran media berbasis ICT/Multimedia.?
4.      Bagaimana cara membuat Strory Board dan skenarionya menggunkan media pembelajaran media berbasis ICT/Multimedia dalam pembelajaran PAI?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami pengertian media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
2.      Untuk mengetahui dan memahami teknik pengolahan data dan informasi menggunakan media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
3.      Untuk mengetahui dan memahami penggunaan media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
4.      Untuk mengetahui dan memahami cara membuat Strory Board dan skenarionya menggunkan media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia dalam pembelajaran PAI.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
1.      Pengertian Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau Information and Communication Technologies (ICT), adalah teknologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memperoses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer dari satu perangkat ke lainnya[5]
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), jika dilihat dari pengertian diatas maka dapat dipahami bahwa TIK merupakan gabungan dari teknologi informasi dan komunikasi yang saling bersinergi satu dengan lainnya. TIK atau bisa juga dikatakan sebagai Multimedia (gabungan informasi dan komunikasi), yang sesungguhnya merupakan perkembangan paradigma tentang pendidikan.
Berkaitan dengan statement di atas, Munir menjelaskan teknologi informasi dan komunikasi memiliki keterkaitan yang erat satu dengan lainnya. Teknologi informasi lebih pada sistem pengolahan informasi sedangkan teknologi komunikasi berfungsi untuk pengiriman informasi (information delivery).[6]
Perkembangan media pembelajaran yang mengarah pada media pembelajaran yang berbasis ICT merupakan penjabaran dari paradigma pendidik terkait tentang pembelajaran yang lebih berpusat pada pendidik semata. Menurut hemat penulis, teknologi tradisional yang kembangkan ketika guru menggunkan model pembelajaran konvensional, cenderung terjadi komunikasi satu arah. Implikasinya, pembelajaran menjadi kaku, monoton dan banyak kebutuhan-kebutuhan belajar peserta didik yang tidak terjamah.
Hal ini menuntut keprofesionalan seorang pendidik dalam mengajar, karena berpengaruh dalam efektivitas pembelajaran. Profesionalitas pendidik salah satunya aspeknya adalah memiliki kompetensi pedagogik. Lebih rinci lagi, Yudhi menjelaskan bahwa, Dalam melaksanakan kompetensi pedagogik, guru dituntut memilki kemampuan secara metodologis dalam hal perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Termasuk di dalamnya penguasaan dalam penggunaan media pembelajaran.[7]
Sekelumit fenomena merupakan fondasi awal dalam pengembangan media pembelajaran agar lebih berdaya guna dalam proses pembelajaran. Sehingga memungkinkan dikembangkan kearah yang lebih “multi-fungsi”, atau lebih dikenal dengan media pembelajaran yang berbasis ICT. 
Dari paparan di atas, dapat dipahami bahwa media pembelajaran yang berbasis ICT adalah alat yang digunakan untuk mengolah, mentransfer dan memuat  data atau informasi dari perangkat yang satu dengan perangkat yang lainnya. Sehingga proses dalam mengkomunikasikan setiap data atau informasi mudah untuk dipahami dan dicerna dalam proses pembelajaran.
2.      Hakikat Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
Pada hakikatnya semua media pembelajaran baik yang berbasis ICT atau tidak merupakan alat yang digunakan oleh pendidik untuk menyampaiakan pesan kepada penerima pesan (peserta didik). Setiap media pembelajaran memiliki dua aspek yaitu aspek pesan yang terkandung dalam media (software) dan aspek perangkat (hardware) yang menjadi wasilah untuk menghantarkan pesan kepada penerima pesan.
Sejalan dengan pembahasan di atas, S. Sadiman berpendapat bahwa media atau bahan adalah perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan. Peralatan atau perangkat keras (hardware) merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut.[8]
Bersandar pada pendapat di atas, maka media pembelajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti overhead projector, radio, televisi, dan sebagainya. Sedangkan software adalah isi  program yang mengandung pesan seperti informasi yang terdapat pada transparansi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya, cerita yang terkandung dalam film atau materi yang disuguhkan dalam bentuk bagan, grafik, diagram, dan lain sebagainya.
Media berbasis ICT atau Multimedia, menurut sudut pandang ahli media, sebelum berkembangnya dunia Teknologi Informasi, bahwa multimedia dipandang sebagai suatu pemanfaatan “banyak” media yang digunakan dalam suatu proses interaksi penyampaian pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan, salah satunya dalam konteks pembelajaran antara guru dan peserta didik.[9]
Dari pemaparan para ahli diatas dapat dipahami bahwa, pada hakikatnya setiap media pembelajaran yang berbasis ICT/Multimedia atau tidak merupakan alat untuk menyampaikan pesan atau informasi baik berupa kata-kata, gambar, video dan sebagainya.  
B.     Teknik Pengolahan Data Dan Informasi Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
1.      Data dan Informasi
Setiap media pembelajaran membawa pesan yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan macam medianya. Dalam media memiliki dua aspek selain software dan hardware-nya yaitu aspek data dan informasi. Aspek data adalah pesan-pesan yang terkandung dalam media yang belum diproses menjadi sebuah informasi, dan belum siap untuk dikomunikasikan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Sedangkan informasi adalah data-data atau pesan-pesan yang sudah diolah menjadi sebuah informasi yang siap untuk dikomunikasi kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.
Dalam hal ini, Hadi Sutopo menegaskan, data adalah fakta berupa teks, angka, audio, dan video merupakan kumpulan dari sesuatu yang belum diproses. Informasi adalah hasil pemrosesan data yang telah diolah dengan komputer dan bermanfaat bagi penggunanya.[10] Dan ketika hal ini diterapkan dalam proses pendidikan, maka mampu membawa peserta didik dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, membangun suasana pembelajaran yang kondusif dan mampu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.
2.      Siklus Pemrosesan Informasi
Data dan informasi merupakan hal yang paling substantif dalam suatu media untuk diproses agar mengandung makna yang sesuai dengan makna yang ingin disampaikan kaitannya dalam proses pembelajaran. Data yang diperoses menjadi sebuah informasi. Dan informasi yang diolah kemudian diolah kembali dengan informasi-informasi lainnya agar mudah dikomunikasikan.
Data yang masuk sebagai input diolah menjadi informasi (output). Pemakai kemudian menerima informasi tersebut sebagai landasan pembuatan suatu keputusan dan digunkan sebagai data baru dalam proses lain. Atau dalam makna lain, informasi yang sudah diolah sebelumnya di olah lagi dengan informasi atau data-data yang masih mentah sehingga memilki makna yang kompleks. Data baru tersebut selanjutnya menjadi input pada proses berikutnya, begitu seterusnya sehingga membentuk siklus informasi (information cycle).
Siklus informasi merupakan rangkaian yang terdiri dari input, proses, dan output, serta dilengkapi dengan media penyimpanan untuk menyimpan informasi yang dihasilkan. Selain itu, komunikasi menjadi elemen penting dalam siklus pemrosesan informasi. Dengan media komunikasi, data dan informsi dapat dikirimkan ke tempat lain melalui jaringan komputer. Dan untuk lebih jelasnya siklus pemrosesan suatu data dan informasi bisa di lihat pada gambar di bawah ini.[11]
Gambar. 2.1
Siklus Informasi

 


                                            Informasi                                          informasi



                                                     data



C.    Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
1.      Penggunaan
Asumsi dasar dalam penggunaan media pembelajaran adalah agar dalam proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan menarik. Media pembelajaran yang berbasis ICT/Multimedia atau tidak pada dasarnya adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan kepada penerima pesan. Multimedia misalnya, ketika digunakan dalam proses pembelajaran memadukan atau menggabungkan beberapa jenis media agar pesan yang disampaiakan lebih bermakna kepada peserta didik.
Richard dengan penjelasannya yang rinci mengatakan, multimedia sebagai prresentasi materi dengan menggunakan kata-kata sekaligus gambar-gambar. ‘kata’ di sini adalah materinya disajikan dalam verbal form atau bentuk verbal, misalnya menggunakan teks kata-kata yang tercetak atau terucapkan. Yang dimaksud dengan ‘gambar’ adalah materinya disajikan dalam fictorial form atau bentuk gambar. Hal ini bisa dalam bentuk menggunakan grafik statik (termasuk: ilustrsi, grafik, foto dan peta). Dalam buku teks, kata-kata bisa disajikan sebagai teks cetak dan gambar bisa disajikan sebagai ilustrasi atau bentuk-bentuk grafik lainnya.[12]
Penggunaan media berbasis ICT atau Multimedia membawa  pengaruh-pengaruh psikologis bagi peserta didik dalam proses pembelajarannya. Karena semakin banyak indera yang terjamah, maka semakin banyak pula cara peserta didik dalam menerima, mengolah dan memaknai setiap pesan yang disampaiakan oleh pendidik ketika menggunakan media pembelajaran yang berbasis ICT/Multimedia.
Penggunaan media berbasis ICT/Multimedia akan berjalan efektif dan akan mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada kegiatan peserta didik (student/ learned centred learing), yaitu dengan:[13]
1)      Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan nyata (kontekstual), sehingga pendidikan menjadi relevan dan responsif terhadap tuntutan kehidupan nyata sehari-hari. Implikasinya kurikulum menjadi lebih menarik dan dapat merangsang minat atau motivasi peserta didik, karena dapat langsung dengan mudah menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata sehari-hari.
2)      Menumbuhkan pemikiran reflektif
3)      Membantu perkembangan dan keterlibatan aktif dari peserta didik dalam proses belajar.
Sehingga dapat dikatakan bahwa, penggunaan media pembelajaran berbasis ICT/multimedia lebih kepada mengkongkritkan pengalaman belajar peserta didik agar lebih dipahami dan dimaknai dengan lebih optimal. Selain itu, proses pembelajaran akan bisa mengurangi keabstrakan sebuah materi karena didukung oleh media pembelajaran yang berbasis ICT/Multimedia.


2.      Manfaat Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia
Media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia memiliki manfaat yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Jika ditilik secara seksama media pembelajaran berbasis ICT memiliki dua manfaat dilihat dari penggunaannya. Pertama, manfaat dilihat dari sisi pendidik sebagai pengguna dari media. Kedua, manfaat dari sisi peserta didik sebagai penerima pesan yang disampaiakan oleh pendidik.
Mengintegrasikan TIK/ Multimedia ke dalam pembelajaran antara lain untuk meningkatkan kompetensi pengajar dalam mengajar dan meningkatkan mutu belajar peserta didik. TIK yang sifatnya inovatif dapat meningkatkan apa yang sedang dilakukan sekarang serta apa yang belum kita lakukan tetapi akan dapat dilakukan ketika kita mulai menggunakan teknologi informasi komunikasi.[14]
Sudjana dan Rivai secara lebih rinci mengemukakan beberapa manfaat media pengajaran dalam proses belajar mengajar antara lain:[15]
a)      Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
b)      Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik
c)      Metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran
d)     Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan dan lain-lain.

Dapat dipahami bahwa, intraksi yang terjadi dalam proses pembelajaran, meteri ajar yang disampaikan guru tidak sepenuh bisa dicerna dengan baik, karena setiap indra yang menerima pesan memilki keterbatasan. Untuk itu media pengajaran memilki peran yang sangat strategis untuk menyalurkan pesan baik melalui indra pendengar, penglihatan maupun kedua-duanya.
D.    Cara Membuat Strory Board Dan Skenarionya Menggunkan Media Pembelajaran Berbasis ICT/Multimedia Dalam Pembelajaran PAI.
Sebelum memproduksi sebuah media yang berbasis ICT dengan menggunkakan Macromedia Flas maka penulis akan menentukan dulu tema yang akan didesain, dengan mengambil tema dari kurikulum 2013 sebgaimana yang tertera di bawah ini.
KI3
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

                                                                                   KD.5
Mengenal doa sebelum dan sesudah wudhu
KD.6
Mempraktikkan wudhu dan doanya dengan tertib dan benar
Text Box: Tata Cara Wudhu

Rounded Rectangle: Rukun Wudhu
Rounded Rectangle: Doa Wudhu Rounded Rectangle: Syarat Wudhu Rounded Rectangle: Syarat sah Wudhu
 


Langkah berikutnya, setelah tema terpilih dan maping terbuat, penulis mengumpulkan materi yang diperlukan, baik dari internet atau dari buku dan literatu-literatur lainnya. Berikutnya mencari Software yang dibutuhkan dalam pembuatan media ini. Mulai dari sini tahap produksi akan dimulai dengan berpatokan pada maping yang telah dibuat dan menganalisis materi yang akan dimasukan dalam media.
Adapun contoh storyboard adalah sebagaimana dalam kolom di bawah ini:[16]
No
Keterangan
Visual
Audio
1
Intro
Animasi Background, Logo UIN Malang, Judul, Nama Dosen Pengampu dan Nama Mahasiswi.

2
Menu Home
Animasi judul, tombol, dan penunjuk tombol.
Opening Music
3
Sub Menu
Animasi tombol dan penunjuk tombol.

4
Halaman Materi
Animasi penunjuk tombol, signal dan layout.

5
KI & KD
Animasi penunjuk tombol, signal dan layout.

6
Halaman Author
Animasi penunjuk tombol, signal, layout dan blur.

7
Quiz

Music dan Effect Button.



BAB III
PENUTUP
Dari paparan di atas maka, dapat diketahui bahwasanya media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia merupakan gabungan dari media berbasis teknologi informasi dan media berbasis teknologi komunikasi dan bermuara pada media yang berbasis ICT/Multimedia. Adapun teknologi informasi terdiri dari dua komponen yaitu Software dan Hardware, yang saling melengkapi satu dengan lainnya.
Software atau perangkat lunak merupakan pesan-pesan yang terkandung dalam setiap pembelajaran, sedangkan hardware adalah perangkat keras yang berguna untuk menyalurkan, memproses, mengolah dan memproduksi pesan-pesan yang terdapat dalam software.
Dalam media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia memilki data dan informasi yang merupakan komponen yang terpenting dalam sebuah media. Data adalah pesan-pesan pembelajaran yang belum diolah menjadi sebuah informasi yang sampaikan dalam proses pembelajaran. Sedangkan informasi adalah pesan-pesan yang sudah diolah, diorganisir dan siap untuk disalurkan kepada peserta didik dalam bentuk proses belajar mengajar.
Adapun manfaat dari media pembelajaran yaitu mampu mempermudah pendidik dalam mengajar di satu sisi, dan di sisi lain peserta didik mudah dalam menyerap, memahami, memaknai dan menelaah setiap materi ajar sehingga mampu direkonstruksi dan dinternalisasikan dalam kehidupan kongkritnya.



DAFTAR PUSTAKA
Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan,
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.
Arief S. Sadiman, dkk. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali, 2007.
Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.
Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2012
Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus. Pengembangan Profesionalitas Guru. Jakarta:
Gaung Persada (GP Press), 2009.
Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi, Bandung:
Alfabeta, 2010
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran (Penggunaan Dan
Pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2010.
Richard E. Mayer, Multimedia Learning: Prinsip-Prinsip Dan Aplikasinya, terj.
Teguh Wahyu Utomo, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru). Jakarta: Gaung
Persada (GP), 2012




[1]Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus. Pengembangan Profesionalitas Guru. (Jakarta: Gaung Persada (GP Press), 2009), h. 51.
[2]Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008)., h. 9.
[3]Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran (Penggunaan Dan Pembuatannya. (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2010), h. 3
[4]Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), h. 1-2.
[5]Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), h. 1.
[6]Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 9.
[7]Yudhi Munadi, Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru). (Jakarta: Gaung Persada (GP), 2012), h. 1.
[8]Arief S. Sadiman, dkk. Media Pendidikan. (Jakarta: Rajawali, 2007), h. 19.
[9]Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), h. 31-32.
[10]Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan, , h. 32.
[11]Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan, , h. 33-34.
[12]Richard E. Mayer, Multimedia Learning: Prinsip-Prinsip Dan Aplikasinya, terj. Teguh Wahyu Utomo, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), h. 3.
[13]Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi, h. 175.
[14]Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi,, h. 176.
[15]Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2010), h. 2.
[16]Wafa Maso, Media Pembelajaran: Ketentuan Pernikahan Dalam Islam, Makalah Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT, 2014.

No comments: